Seputar AEI
Rekor Deflasi Pada Bulan Maret 2011 | Rekor Deflasi Pada Bulan Maret 2011 |
|
|
| Ditulis oleh Administrator | |
Ancaman ekspektasi inflasi tinggi di perekonomian domestik pada awal tahun, yang cukup mengkuatirkan para investor, akhirnya teredam oleh tingginya deflasi bulanan pada bulan Maret 2011 yaitu sebesar 0,32%. Deflasi ini merupakan rekor tertinggi dalam 10 tahun terakhir.
Tingginya deflasi ini karena turunnya harga kelompok bahan makanan secara signifikan, dengan kontribusi -0,51% terhadap inflasi umum. Penurunan harga pada kelompok bahan makanan didominasi oleh cabai merah dan beras, dengan sumbangan deflasi masing-masing sebesar 0,23% dan 0,21%. Turunnya kelompok bahan makanan ini sangat terasa di Pulau Sumatera karena daerah ini telah mengalami panen raya.Deflasi yang sangat tinggi tersebut menyebabkan inflasi tahunan turun drastis menjadi 6,65% dari 6,84% pada bulan Februari 2011. Namun demikian, inflasi inti mengalami sedikit kenaikan menjadi 4,45% pada bulan Maret dari 4,36% pada bulan sebelumnya. Meskipun telah terjadi deflasi yang sangat tinggi, kami tidak merubah prediksi inflasi kami yang sebesar 7,2% untuk tahun 2011, mengingat harga minyak dunia terus mengalami kenaikan. Sedangkan, Inflasi inti diperkirakan akan bergerak menuju 5,0 – 5,5% (dari 4.47% di bulan Maret). Oleh karena itu, BI masih akan menaikkan suku bunga acuannya sekali lagi sebesar 0,25% menjadi 7,0%. Kami perkirakan ini akan terjadi seusai musim panen pada bulan Juni atau Juli 2011. Narasumber: Anton Hendranata Economist/Econometrician Treasury & Capital Markets PT. Bank Danamon, Tbk |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|